Cartoons Comments Pictures

Senin, 24 Maret 2014

makalah karya ilmiah "PENTINGNYA PEMBERIAN MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR "



 
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Keberhasilan suatu bangsa dalam melaksanakan pembangunan bergantung pada kualitas manusianya.Sementara  untuk mendapatkan manusia yang berkualitas harus melalui   proses yang membutuhkan pengorbananpada setiap jenjang pendidikan.Dalam proses tersebut manusia dibimbing dan diarahkan oleh penggerak yang tidak lain adalah guru atau tenaga pengajar.
Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan  dalam rangka menghasilkan manusia yang berkualitas.Seperti adanya penyempurnaan atau perbaikan kurikulum,pengadaan sarana atau prasarana, penataan dan penambahan tingkat pendidikan bagi tenaga pendidik serta pemantapan pendekatan proses belajar mengajar.
Hal ini sejalan dengan pendapat (Usman ,1993:1) yang mengatakan bahwa berbagai upaya pembenahan sistem pendidikan dan perangkatnya di Indonesia terus dilakikukan , akibatnya muncul beberapa peraturan pendidikan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan peraturan yang sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan saat ini.Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktifitas kerja guru karena kemampuan profesionalguru amatlah pentiing dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Pendapat diatas ini menitik beratkan pada keprofesional seseorang gurukarenalah gurulah yang berperan penting dalam mencapai  keberhasilan pendidikan.Selain itu guru pulalah yang berhadapan langsung dengan siswa.Untuk itu berkewajiban meningkatkan kemampuan profesonalnya terutama dalam hal pengaktifan siswa dalam belajar.
Usaha pemerintahan tersebut diarahakan pada pencapaian tujuan belajar mengajar secara maksimal dan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik, namun karena sebanyak nya variabel yang berpengaruh terhadap hasil belajar , maka yang diharapkan belum tercapai secara maksimal.oleh sebab itu peranan guru sangat dibutuhkan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Untuk mencapai tujuan pendidikan serta manusia yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh rumusan tujuan pendidikan yang mantap , kelengkapan sekolah, kecerdasan pesesrta didik serta ketatnya peraturan sekolah.Sebagai pendidik diharapkan membantu peserta didik untuk dapat menerima dan memahami  serta menguasai ilmu pengetahuan.untuk itu pendidik hendaknya mampu mengaktifkan siswa saat proses belajar mengajar.pengaktifan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan motivasi belajar.
Khairanis dan Arief (2002 : 102) menjelaskan bahwa  “Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku dalam melakukan sesuatu, sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu”.
Mc Donald ( dalam Sardiman, 2011 : 73 ) mengatakan bahwa : “Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”. Dari penjelasan di atas Sardiman (2011 : 75) menjelaskan lagi bahwa :
“Motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk menghilangkan, meniadakan atau menggelakkan perasaan tidak suka itu”.
Dari pendapat diatas sangat jelas bahwa motivasi sangat penting dalam proses belajar mengajar agar hasil belajar siswa meningkat.namun pada kenyataannya yang ada dilapanganpemberian motivasi kurang diperhatikan oleh pendidik .padahal ada beberapa bentuk-bentuk motivasi khususnya dalam proses belajar mengajar yang baik agar siswa lebih giat belajar.
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka rumusan masalah yang ingin di ungkap dalam penelitian ini adalah :
1.    Pengertian motivasi.
2.    Fungsi motivasi.
3.    Jenis-jenis motivasi.
4.    Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi.
5.    Pengertian prestasi belajar .
6.    apa saja yang mempengaruhi prestasi belajar.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah diatas, maka perumusan masalah makalah  ini adalah seberapa pentingnya pemberian motivasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.      Untuk mengetahui pentingnya pemberian motivasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
2.      Dan untuk melengkapi salah satu tugas dari salah satu mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah.


BAB II
LANDASAN TEORI
A.  Pengertian Motivasi
 Motivasi berasal dari kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat di katakan sebagai daya penggerak dari dalam diri untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat di artikan sebagai suatu kesiapsiagaan. Berawal dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat di artikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif.
Khairanis dan Arief (2002 : 102) menjelaskan bahwa  “Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku dalam melakukan sesuatu, sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu”.
Mc Donald ( dalam Sardiman, 2011 : 73 ) mengatakan bahwa : “Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”. Dari penjelasan di atas Sardiman (2011 : 75) menjelaskan lagi bahwa :
“Motivasi dapat juga dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk menghilangkan, meniadakan atau menggelakkan perasaan tidak suka itu”.
Menurut Thomas M.Risk dalam ahmad rohani (2004: 11) motivasi adalah usaha yang di sadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada diri peserta didik /pelajar yang menunjang kegiatan kearah tujuan-tujuan belajar.



Kemudian, Ahmad Rohani (2004:11) mengemukakan:
Motivasi anak / peserta didik adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dapat di lakukan nya. Menjadi jelaslah bahwa salah satu masalah yang dihadapi guru untuk menyelenggarakan pengajaran adalah bagaimana memotivasi atau menumbuhkan motivasi dalam diri peserta didik secara efektif. Keberhasilan suatu pengajaran sangat di pengaruhi oleh adanya penyediaan motivasi/dorongan.
Berdasarkan defenisi di atas maka dapat disimpulkan motivasi adalah perubahan energi untuk melakukan serangkaian usaha sehingga tercapai tujuan yang diinginkan dengan menghilangkan atau meniadakan hambatan-hambatan yang ada. Peranan motivasi yang khas dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk melakukan sesuatu. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu. Dorongan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan atau pencapaian tujuan. Motivasi juga dapat dikatakan hasrat, keinginan, maksud, tekad, kemauan, dorongan, kebutuhan, kehendak, cita-cita, keharusan, kesediaan, dan sebagainya. Dalam hal ini sudah barang tentu peran guru sangat penting. Bagaimana guru melakukan usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberikan motivasi agar anak didik nya melakukan aktivitas belajar yang baik. sardiman (2005:74-75).




B.  Fungsi Motivasi
Menurut Sardiman (2011:85) ada tiga fungsi motivasi yaitu :
1)   Mendorong manusia yang berbuat, jadi sebagai penggerak yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2)   Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3)   Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Ahmad rohani (2004:11) mengemukakan fungsi motivasi dalam proses pembelajaran:
1)   Memberi semangat dan mengaktifkan peserta didik supaya tetap berminat dan siaga.
2)   Memusatkan perhatian peserta didik pada tugas-tugas tertentu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar
3)   Membantu memenuhi kebutuhan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang.

Di samping itu ada juga fungsi lain, motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi.




C.  Jenis-Jenis Motivasi
Berdasarkan munculnya motivasi maka motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
1)   Motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi, tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri individu telah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
2)   Motivasi ekstrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi adanya rangsangan dari luar (Djamara 2002:52).
Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik sangat diperlukan dalam belajar sehingga proses belajar mengajar yang diperlukan akan memperoleh hasil yang memuaskan. Dengan motivasi, siswa dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif untuk melakukan kegiatan belajar. Dalam proses belajar mengajar, motivasi intrinsik lebih menguntungkan karena bisa tahan lama. Motivasi ekstrinsik dapat diberikan oleh guru dengan jalan mengatur kondisi dan situasi belajar menjadi kondusif. Motivasi yang semula bersifat ekstrinsik lambat laun diharapkan akan berubah menjadi motivasi intrinsik
D.  Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
Mudjiono (2003: 92) mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, antara lain :
1)   Cita-cita atau persaingan
Hal ini akan memberikan pengaruh dalam diri siswa dimana setiap siswa mempunyai cita-cita dan tujuan yang berbeda.
2)   Kemampuan siswa atau usaha siswa
Untuk itu di butuhkan usaha dari siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
3)   Kondisi siswa atau suasana hati
Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan rohani. Siswa akan mengalami ganguan dengan motivasi dan semangat belajar jika siswa berada dalam kondisi yang tidak baik. Seseorang yang sedang sakit, lapar atau marah-marah akan mengganggu perhatian belajar, sebaliknya seseorang siswa yang kenyang, sehat dan gembira akan mudah memusatkan perhatian”.
4)   Kondisi lingkungan siswa
Dengan terciptanya lingkungan belajar yang aman,tentram,tertib dan disiplin maka motivasi belajar akan meningkat.
5)   Unsur -unsur dinamis siswa dalam pembelajaran
Dalam pengajaran guru hendaknya dapat bermanfaatkan segala fasilitas penunjang yang dapat mendinamiskan pembelajaran sehingga menimbulkan ketertarikan pada siswa. Pembelajar yang masih berkembang jiwa raganya, lingkungan yang semakin bertambah baik berkat dibangun, merupakan kondisi yang bagus bagi pembelajaran. Guru professional diharapkan mampu memanfaatkan surat kabar, majalah, siaran radio, TV dan sumber belajar di sekitar sekolah untuk memotivasi belajar.
6)   Upaya guru membelajarkan siswa
Peranan guru dalam memotivasi siswa dalam belajar diharapkan dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif siswa agar selalu tekun dalam belajar maka diharapkan mutu pendidikan juga akan meningkat
Dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa muncul tidak hanya dari dalam diri siswa itu sendiri, tetapi lingkungan juga mempengaruhi motivasi belajar siswa. Apabila kemauan dan kemampuan dari dalam diri siswa dan didukung oleh lingkungan yang baik akan meningkatkan motivasi belajar dan adanya kerja sama antara lingkungan sekolah dan guru akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Memberikan motivasi kepada seorang siswa, berarti menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Motivasi yang ada pada diri setiap orang itu menurut Sardiman (2011:83)  memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a)    Tekun menghadapi tugas-tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama dan tidak berhenti sebelum selesai)
b)   Ulet dalam menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
c)    Lebih senang bekerja sendiri
d)   Tidak cepat bosan pada tugas yang rutin (hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja sehingga kurang kreatif)
e)    Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin dengan sesuatu)

Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Mengingat pentingnya peranan motivasi bagi siswa dalam belajar maka guru diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswanya dengan member penguatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi siswanya. Guru harus menuntun siswa sesuai dengan kaidah yang baik dan mengarahkan perkembangan anak didik sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan, termasuk dalam hal ini yang penting ikut memecahkan persoalan-persoalan atau kesulitan yang dihadapi anak didik.

E.  Teori-Teori Motivasi
1)   Teori Insentif:
Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
2)   Dorongan Bilogis:
 Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Sebagai contoh, saat kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencipum bau masakan favorit Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.
3)   Teori Hirarki Kebutuhan:
Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.
4)   Takut Kehilangan vs Kepuasan:
 Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
5)   Kejelasan Tujuan:
Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan)
F.   Pengertian prestasi belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar.Antara kata prestasi dan belajar mempunyai arti yang berbeda.Oleh karena itu, sebelum pengertian prestasi belajar, ada baiknya pembahasan ini diarahkan pada masing-masing permasalahan terlebih dahulu untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh mengenai makna kata prestasi dan belajar.Hal ini juga untuk memudahkan dalam memahami lebih mendalam tentang pengertian prestasi belajar itu sendiri. Di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian prestasi dan belajar menurut para ahli.
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994:19). Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.
Dari pengertian yang dikemukakan tersebut di atas, jelas terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan, namun intinya sama yaitu hasil yang dicapai dari suatu kegiatan. Untuk itu, dapat dipahami bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu.
Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Sedangkan menurut Nurkencana (1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.
Setelah menelusuri uraian di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan.

G. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar :
1.    Faktor dari dalam diri siswa (intern)
Sehubungan dengan faktor intern ini ada tingkat yang perlu dibahas menurut Slameto (1995 : 54) yaitu faktor jasmani, faktor psikologi dan faktor kelelahan.
a.    Faktor Jasmani
1)   Faktor kesehatan
Faktor kesehatan sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa, jika kesehatan seseorang terganggu atau cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk, jika keadaan badannya lemah dan kurang darah ataupun ada gangguan kelainan alat inderanya.
2) Cacat tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurnanya mengenai tubuh atau badan.Cacat ini berupa buta, setengah buta, tulis, patah kaki, patah tangan, lumpuh, dan lain-lain.
b.    Faktor psikologis
1)    Intelegensi
Intelegensi atau kecakapan terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dan cepat efektif mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.
2)    Perhatian
Perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi jiwa itupun bertujuan semata-mata kepada suatu benda atau hal atau sekumpulan obyek.Untuk menjamin belajar yang lebih baik maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. Jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar. Agar siswa belajar dengan baik, usahakan buku pelajaran itu sesuai dengan hobi dan bakatnya.
3)    Bakat
Bahwa bakat adalah the capacity to learn. Dengan kata lain, bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu akan terealisasi pencapaian kecakapan yang nyata sesudah belajar atau terlatih.
4)    Minat
Minat adalah menyakut aktivitas-aktivitas yang dipilih secara bebas oleh individu. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar siswa, siswa yang gemar membaca akan dapat memperoleh berbagai pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, wawasan akan bertambah luas sehingga akan sangat mempengaruhi peningkatan atau pencapaian prestasi belajar siswa yang seoptimal mungkin karena siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu pelajaran akan mempelajari dengan sungguh-sungguh karena ada daya tarik baginya.
5)   Motivasi
Motivasi erat sekali hubungannya dengan tujuan yang akan dicapai dalam belajar, di dalam menentukan tujuan itu dapat disadari atau tidak, akan tetapi untuk mencapai tujuan itu perlu berbuat, sedangkan yang menjadi penyebab berbuat adalah motivasi itu sendiri sebagai daya penggerak atau pendorongnya.
6)   Kematangan
Kematangan adalah sesuatu tingkah atau fase dalam pertumbuhan seseorang di mana alat-alat tubuhnya sudah siap melaksanakan kecakapan baru.
Berdasarkan haldi atas, maka kematangan adalah suatu organ atau alat tubuhnya dikatakan sudah matang apabila dalam diri makhluk telah mencapai kesanggupan untuk menjalankan fungsinya masing-masing kematang itu datang atau tiba waktunya dengan sendirinya, sehingga dalam belajarnya akan lebih berhasil jika anak itu sudah siap atau matang untuk mengikuti proses belajar mengajar. 
7)   Kesiapan  
Kesiapan siswa dalam proses belajar mengajar, sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa, dengan demikian prestasi belajar siswa dapat berdampak positif bilamana siswa itu sendiri mempunyai kesiapan dalam menerima suatu mata pelajaran dengan baik.
c.    Faktor kelelahan
Kelelahan jasmani dan rohani dapat mempengaruhi prestasi belajar dan agar siswa belajar dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam belajarnya seperti lemah lunglainya tubuh.Sehingga perlu diusahakan kondisi yang bebas dari kelelahan rohani seperti memikirkan masalah yang berarti tanpa istirahat, mengerjakan sesuatu karena terpaksa tidak sesuai dengan minat dan perhatian.Ini semua besar sekali pengaruhnya terhadap pencapaian prestasi belajar siswa.Agar siswa selaku pelajar dengan baik harus tidak terjadi kelelahan fisik dan psikis.

2.     Faktor yang berasal dari luar (faktor  ekstern)
Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap prestasi belajar dapatlah dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat (Slameto, 1995 : 60).
a)    Faktor keluarga
Faktor keluarga sangat berperan aktif bagi siswa dan dapat mempengaruhi dari keluarga antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, keadaan keluarga, pengertian orang tua, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan dan suasana rumah.
b)   Faktor sekolah
Faktor sekolah dapat berupa caraguru mengajar, ala-alat pelajaran, kurikulum, waktu sekolah, interaksi guru dan murid, disiplin sekolah, dan media pendidikan.
c)    Faktor Lingkungan Masyarakat
Faktor yang mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa antara lain teman bergaul, kegiatan lain di luar sekolah dan cara hidup di lingkungan keluarganya.




BAB III
PEMBAHASAN
A.Pentingnya Pemberian Motivasi Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia, sehingga di manapun terdapat masyarakat di situ pula terdapat pendidikan. Dan pendidikan itu sendiri merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah dan keluarga.
Pendidik mempunyai peran yang cukup besar terhadap pelaksanaan pendidikan bagi anak didiknya, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak selalu dididik oleh guru di sekolah. Dengan demikian orang tua diharapkan berperan serta aktif dalam pendidikan anak didiknya dengan mendidik dan memberi motivasi belajar agar mereka memperoleh prestasi yang optimal dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan serta bimbingan terhadap anak-anaknya sehingga anak tersebut memiliki sifat-sifat dasar sebagai warga negara yang baik. Hal ini sesuai dengan pendapat W. Sardiman dalam buku Ilmu Pendidikan yang menyatakan bahwa,
“Pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental” (1992:4).

Dengan adanya motivasi dari guru, maka akan timbul semangat dan keaktifan anak didik dalam belajar. Apabila guru tidak mau memberikan dorongan atau motivasi kepada anaknya, maka anak akan mengalami banyak kesulitan dalam belajar. Bagi anak yang memiliki motivasi akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar. Tetapi bagi seorang yang memiliki intelegensi, boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi yang tepat. Jadi jelaslah bahwa hasil belajar itu akan optimal apabila ada motivasi yang tepat. Banyak hambatan dan rintangan, baik yang berasal dari luar diri anak didik maupun dari dalam diri anak didik itu sendiri. Oleh sebab itu, dorongan atau motivasi guru sangat diperlukan karena dapat menunjang keberhasilan anak dalam mencapai prestasi di sekolah.
Dalam rangka memperoleh prestasi belajar yang baik, maka diperlukan adanya kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik. Misalnya anak terbiasa belajar dengan teratur, tekun, rajin, dan juga perlu ditanamkan kedisiplian. Semua ini dapat diperoleh dari dorongan-dorongan/mitivasi dan pengawasan-pengawasan guru bekerja sama dengan  orang tua, sehingga dapat menemukan keberhasilan dalam belajar dan mencapai prestasi yang tinggi. Dan prestasi belajar dapat diperoleh melalui proses belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan berlangsung dalam waktu tertentu, misalnya dapat berwujud perubahan tingkah laku maupun intelegensinya, jadi tidak benar bila ada anggapan bahwa belajar hanya dapat dilakukan di sekolah saja, melainkan dapat dilakukan pada setiap waktu. Berdasarkan inilah orang tua dapat menilai seberapa jauh mereka memberikan dorongan/motivasi belajar bagi anak-anaknya agar mencapai hasil yang baik.




BAB IV
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Motivasi adalah perubahan energi untuk melakukan serangkaian usaha sehingga tercapai tujuan yang diinginkan dengan menghilangkan atau meniadakan hambatan-hambatan yang ada.
Motivasi mempersioalkan bagaimana cara menggerakkan atau mengarahkan seseorang agar mau berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.dan dalam pendidikan motivasi sangaat penting dalam mengarahkan siswa agar bisa meningkatkan cara belajar sehingga mampu berprestasi dalam pendidikan sehingga tujuan pendidikan tercapai.pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkanmenyalurkan dan dan mendukung perilaku manusiasupaya mau bekerja secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal.
Suatu kegiatan dapat berjalan dengan lancar karena didasari oleh motivasi.

B.  Saran
Penulisan makalah ini didasari jauh dari kesempurnaan,tiada dgading yang tak retak.oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan karya yang selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar